Examen | Biadab! Drone Israel Bunuh 5 Staf Al Jazeera di Gaza, Dentuman Rudal Menggema di Langit Zionis
Biadab! Drone Israel Bunuh 5 Staf Al Jazeera di Gaza, Dentuman Rudal Menggema di Langit Zionis
#Biadab #Drone #Israel #Bunuh #Staf #Jazeera #Gaza #Dentuman #Rudal #Menggema #Langit #Zionis TRIBUN-VIDEO.COM- Dilaporkan sekira lima staf Al-Jazeera, termasuk koresponden Anas al-Sharif tewas terkena serangan Israel. Serangan srone terarah Israel itu menyasar tenda mereka di luar Rumah Sakit al-Shifa di Kota Gaza. Saat serangan berlangsung, suara dentuman keras pemboman rudal Israel ini juga terdengar menggema. Bahkan, langit Israel yang gelap itu seketika dipenuhi kilat cahaya berwarna oren. Insiden ini memicu amarah Al-Jazeera Media Network. Media berita itu menilai aksi Israel sebagai serangan terang-terangan dan terencana lainnya terhadap kebebasan pers. Lantas, Al-Jazeera menyerukan ke komunitas internasional dan semua organisasi segera mengambil langkah tegas. Menurutnya, sangat penting segera menghentikan genosida yang sedang berlangsung dan mengakhiri penargetan jurnalis yang disengaja. "Al Jazeera menekankan bahwa kekebalan bagi para pelaku dan kurangnya akuntabilitas justru memperkuat tindakan Israel dan mendorong penindasan lebih lanjut terhadap para saksi kebenaran," kata jaringan tersebut. "Serangan ini terjadi di tengah konsekuensi bencana dari serangan Israel yang terus-menerus terhadap Gaza, yang telah mengakibatkan pembantaian warga sipil tanpa henti, kelaparan yang dipaksakan, dan pemusnahan seluruh komunitas," kata jaringan tersebut. "Perintah untuk membunuh Anas Al Sharif, salah satu jurnalis paling berani di Gaza, dan rekan-rekannya, merupakan upaya putus asa untuk membungkam suara-suara yang mengungkap rencana perebutan dan pendudukan Gaza." Koresponden Al Jazeera, Hani Mahmoud mengaku terpukul atas tewasnya Al- Sharif. Mengingat Al- Sharif cukup berani meliput di medan perang Gaza selama ini. Lanjut Hani Mahmoud menyebut, tindakan keji Israel dilakukan lantaran tak senang dengan liputan media berita Al-Jazeera. Pasalnya, Al-Jazeera melaporkan berbagai kengerian dan kejahatan perang Israel di Gaza. "Semua ini telah didokumentasikan oleh koresponden Al Jazeera di lapangan, khususnya Anas dan rekannya, Mohammed, beserta seluruh tim mereka," ujarnya. "Kami masih terkejut. Kami masih berusaha mencerna apa yang terjadi. Bukan hanya satu atau dua; melainkan seluruh kru yang terbunuh oleh serangan pesawat tak berawak," sebutnya. (Tribun-Video.com/Tribunnews.com) Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Serangan Drone Israel Bunuh 5 Staf Al Jazeera di Gaza Termasuk Jurnalis Anas al-Sharif, Program: Tribunnews Update Host: Adila Ulfa Muna Risna Editor: Muhammad Taufiq Rahman Setyawan Uploader: Tri Hantoro #jurnalis #aljazeera #gaza #palestina #israel #zionis #netanyahu #idf #hamas #konfliktimurtengah #konflikisraelpalestina #
tags:
israel,hamas,idf,palestina,gaza,zionis,konflik timur tengah,netanyahu,Anas Al Sharif,Mohammed Qreiqea,Ibrahim Zaher,Mohammed Noufal,Moamen Aliwa,al jazeera,jurnalis
#Biadab #Drone #Israel #Bunuh #Staf #Jazeera #Gaza #Dentuman #Rudal #Menggema #Langit #Zionis TRIBUN-VIDEO.COM- Dilaporkan sekira lima staf Al-Jazeera, termasuk koresponden Anas al-Sharif tewas terkena serangan Israel. Serangan srone terarah Israel itu menyasar tenda mereka di luar Rumah Sakit al-Shifa di Kota Gaza. Saat serangan berlangsung, suara dentuman keras pemboman rudal Israel ini juga terdengar menggema. Bahkan, langit Israel yang gelap itu seketika dipenuhi kilat cahaya berwarna oren. Insiden ini memicu amarah Al-Jazeera Media Network. Media berita itu menilai aksi Israel sebagai serangan terang-terangan dan terencana lainnya terhadap kebebasan pers. Lantas, Al-Jazeera menyerukan ke komunitas internasional dan semua organisasi segera mengambil langkah tegas. Menurutnya, sangat penting segera menghentikan genosida yang sedang berlangsung dan mengakhiri penargetan jurnalis yang disengaja. "Al Jazeera menekankan bahwa kekebalan bagi para pelaku dan kurangnya akuntabilitas justru memperkuat tindakan Israel dan mendorong penindasan lebih lanjut terhadap para saksi kebenaran," kata jaringan tersebut. "Serangan ini terjadi di tengah konsekuensi bencana dari serangan Israel yang terus-menerus terhadap Gaza, yang telah mengakibatkan pembantaian warga sipil tanpa henti, kelaparan yang dipaksakan, dan pemusnahan seluruh komunitas," kata jaringan tersebut. "Perintah untuk membunuh Anas Al Sharif, salah satu jurnalis paling berani di Gaza, dan rekan-rekannya, merupakan upaya putus asa untuk membungkam suara-suara yang mengungkap rencana perebutan dan pendudukan Gaza." Koresponden Al Jazeera, Hani Mahmoud mengaku terpukul atas tewasnya Al- Sharif. Mengingat Al- Sharif cukup berani meliput di medan perang Gaza selama ini. Lanjut Hani Mahmoud menyebut, tindakan keji Israel dilakukan lantaran tak senang dengan liputan media berita Al-Jazeera. Pasalnya, Al-Jazeera melaporkan berbagai kengerian dan kejahatan perang Israel di Gaza. "Semua ini telah didokumentasikan oleh koresponden Al Jazeera di lapangan, khususnya Anas dan rekannya, Mohammed, beserta seluruh tim mereka," ujarnya. "Kami masih terkejut. Kami masih berusaha mencerna apa yang terjadi. Bukan hanya satu atau dua; melainkan seluruh kru yang terbunuh oleh serangan pesawat tak berawak," sebutnya. (Tribun-Video.com/Tribunnews.com) Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Serangan Drone Israel Bunuh 5 Staf Al Jazeera di Gaza Termasuk Jurnalis Anas al-Sharif, Program: Tribunnews Update Host: Adila Ulfa Muna Risna Editor: Muhammad Taufiq Rahman Setyawan Uploader: Tri Hantoro #jurnalis #aljazeera #gaza #palestina #israel #zionis #netanyahu #idf #hamas #konfliktimurtengah #konflikisraelpalestina #
Transcript on Video
- 0:06 | Dilaporkan sekira lima staf Aljazirah
- 0:09 | termasuk koresponden Anas Al Syarif
- 0:12 | tewas terkena serangan Israel. Serangan
- 0:15 | drone perarah Israel itu menyasar tenda
- 0:17 | mereka di luar rumah sakit Alsifa di
- 0:20 | kota Gaussa. Saat serangan berlangsung,
- 0:23 | suara dentuman keras pemban rodal Israel
- 0:26 | ini juga terdengar menggema. Bahkan
- 0:29 | langit Israel yang gelap itu seketika
- 0:31 | dipenuhi kilat cahaya berwarna oren.
- 0:35 | Insiden ini Tributers memicu amarah
- 0:37 | Aljazirah Media Network. Media berita
- 0:40 | itu menilai aksi Israel sebagai serangan
- 0:43 | terang-terangan dan terencana lainnya
- 0:46 | terhadap kebebasan pers. Lantas
- 0:49 | Aljazirah menyerukan ke komunitas
- 0:51 | internasional dan semua organisasi
- 0:53 | segera mengambil langkah tegas.
- 0:56 | Menurutnya sangat penting segera
- 0:58 | menghentikan genosida yang sedang
- 1:00 | berlangsung dan mengakhiri penargetan
- 1:02 | jurnalis yang disengaja. Koresponden
- 1:06 | Aljazirah yakni Hadi Mahmud turut
- 1:08 | mengaku terpukul atas tewasnya
- 1:11 | Alssyarif. Mengingat Al Syarif cukup
- 1:13 | berani meliput di medan perang Gaza
- 1:16 | selama ini. Lanjut Hani Mahmud menyebut
- 1:19 | tindakan keji Israel dilakukan lantaran
- 1:23 | tak senang dengan liputan media berita
- 1:26 | Aljazirah. Pasalnya Aljazirah melaporkan
- 1:29 | berbagai kengerian dan kejahatan perang
- 1:31 | Israel di Gaza Download Tribun X
- 1:35 | sekarang. Menghadirkan lokal menjadi
- 1:38 | Indonesia.
- 1:41 | Yeah.
tags:
israel,hamas,idf,palestina,gaza,zionis,konflik timur tengah,netanyahu,Anas Al Sharif,Mohammed Qreiqea,Ibrahim Zaher,Mohammed Noufal,Moamen Aliwa,al jazeera,jurnalis
Comments
Post a Comment